Home » » Blunder Pertama Ketua Umum PSSI Djohar Arifin

Blunder Pertama Ketua Umum PSSI Djohar Arifin


Kecewa atas keputusan sepihak dari pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), mantan pelatih tim nasional Indonesia,Alfred Riedl, mengaku akan tetap bertahan di Indonesia.

Sebelumnya, 13 Juli kemarin, kepengurusan PSSI 2011/2015 dibawah komando Djohar Arifin Husin memilih memecat Riedl. Riedl mengaku sangat terpukul.

Awal langkah Riedl melatih tim nasional Indonesia bermula ketika dirinya resmi dikontrak PSSI di era Nurdin Halid sejak 4 April 2010, dan berdurasi 2 tahun.

Keputusan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin yang memberhentikan Alfred Riedl dinilai merupakan langkah yang blunder.

Riedl dipecat dari jabatan pelatih kepala timnas pada Rabu (13/7) lalu atau 10 hari menjelang laga PPD 2014.
Riedl dicopot dengan alasan pengurus PSSI sekarang mengatakan bahwa dokumen kontrak Riedl tak ditemukan. Selain itu Riedl disinyalir juga menandatangani kontrak dengan individu, bukan dengan organisasi PSSI. Jangan dikorbankan timnas karena kontrak pelatih tidak jelas.

Mantan calon ketua umum PSSI IGK Manila mengungkapkan, kepengurusan PSSI baru tidak seharusnya memecat Alfred Riedl sebagai pelatih tim nasional Indonesia.

"Saya menyayangkan. Seorang pelatih dan aspel di mana saja di dunia ini diganti bila dia gagal. Mereka tidak gagal, 10 tanding 7 menang dua kalah satu draw. Organisasi boleh saja tidak suka dengan orang, digantikan boleh saja. Tetapi pelatih tidak bisa dimainkan." tandasnya

IGK juga menyayangkan alasan pemecatan Riedl yang dinilai terlalu memaksakan. Menurutnya apabila kontrak Riedl tidak beres maka seharusnya hal tersebut dapat diurus lagi oleh PSSI, agar peluang timnas di laga Pra Piala Dunia tetap terjaga.

Terkait alasan PSSI jika dirinya diputus kontrak karena tidak dikontrak secara institusi oleh PSSI dan hanya dikontrak secara pribadi oleh Nirwan Bakrie, Alfred Riedl membantah dengan   keras. Riedl mengaku legawa diberhentikan PSSI.

Djohar semula menganggap kontrak Riedl hanya dilakukan secara pribadi, yakni dengan pejabat PSSI Nirwan Bakrie, bukan lembaga PSSI. Alasan ini dinilai mantan pelatih Timnas, Benny Dollo sebagai blunder.

Selain terbantahkan kontrak Riedl dengan PSSI, Benny menilai kebijakan kontroversial itu dilakukan sangat mepet laga kualifikasi Pra-Piala Dunia.

Sebagai catatan apabila PSSI gagal dalam laga kualifikasi Pra-Piala Dunia, bagaimana tanggung jawab moral Ketua Umum PSSI yang baru ini terhadap bangsa Indonesia, Kita lihat saja nanti hasilnya.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kakak dan Abel - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger